Arsitek Gratis Online

Foto saya
Nikmati Jasa Gratis Perancangan Arsitektur Hunian melalui email arsitekgratisonline@gmail.com dan dapatkan portfolio kerja kami di Arsitekgratisonline.blogspot.com . Kami melayani konsultasi konsep arstitektur, desain interior, rencana anggaran, solusi pembangunan untuk rumah hunian Anda. Silahkan nikmati pelayanan gratis ini sebaik-baiknya. -Salam kreatif-

Letters

12 Des 2009

Merancang Lansekap untuk Ruang Luar Hunian




Dalam merancang ruang luar pada komplek hunian, salah satu elemen perancangan yang dapat menciptakan suasana nyaman bagi hunian adalah lansekap atau perancangan taman hijau di dalam komplek hunian.

Massa bangunan terdiri dari 3 blok massa yang mana 2 blok massa adalah massa yang masif karena merupakan fungsi hunian, sementara 1 blok massa di dekat jalan adalah massa yang transparan dan difungsikan sebagai fungsi kegiatan bersama dalam komplek hunian.
 

Pada jalan masuk menuju ke komplek hunian, digunakan perbedaan material untuk memisahkan kesan hardscape pada jalan warga dengan kesan softscape pada akses penghuni komplek hunian tersebut.
 

Parkir sepeda dengan nilai keasriannya tersendiri yang dihadirkan dalam pengolahan material alam dan organik, dapat difungsikan sekaligus sebagai pembatas imajiner antara lingkungan sekitar terhadap komplek hunian.
 

Taman merupakan elemen muka dari komplek hunian yang dapat memberikan kesan oasis dan teduh bagi komplek hunian.
 

Ada banyak cara untuk tetap bisa memanfaatkan taman belakang, meskipun merupakan taman yang sempit, namun keasriannya bisa tetap diciptakan dengan perancangan detail yang cermat.

Ilustrasi dan penulisan oleh : Wiedesignarch 

2 Des 2009

Jendela Tipe Floor to Ceilling

Saat saya membaca majalah seputar kehidupan dan lifestyle, mata saya terhenti pada kata dengan huruf miring bertuliskan "jendela dengan tipe floor to ceilling". Saat itu saya mencerna, tipe apakah itu. Lalu saya lihat gambaran yang sedang di jelaskan, yaitu gambar mewah dari hunian bangunan tinggi di Melbourne - Australia bertajuk Freshwater Place.

Melihat lebih detail, rupanya gambar ini menjadi ilustrasi flooring to ceilling window type :

Yah, tidak lain yang bisa kita lihat adalah bukaan jendela yang penuh dari lantai (floor) sampai tepat di plafon/langit-langit (ceilling). Bisa dipastikan bahwa bentuk jendela seperti ini memiliki kehendak untuk 'mencuri' semua pemandangan ruang luar disekitarnya menjadi seolah milik penghuni dalam hunian semata. Setelah dibaca, ternyata Freshwater Place ini terletak dengan lokasi waterfront yang sangat sarat pemandangan indah pelabuhan dan kota.
Memang sayang jika seandainya lokasi yang indah itu tidak 'dicuri' dalam hunian, apalagi dengan tingginya hunian, pastilah sangat leluasa mencuri semua elemen ruang luar yang dramatis dan menakjubkan dari atas.
At night, when the sky is full of stars, you get the wonderfull sensation that you are floating in space -Natalie Wood-

Bisa dipastikan, inilah kemewahan dari hunian lantai penthouse. Mencoba memaksimalkan segala keajaiban dari atas sana sebagai kekayaan dan harta karun dalam hunian sendiri.
Tengoklah, penthouse yang dimiliki kota kita, Jakarta. Dengan lokasi di tengah-tengah kota padat, mencoba keras mencapai kepuasan menjangkau pemandangan dramatis dari atas. 
 

Tengoklah bangunan Hotel Manhattan, Jakarta (gambar diatas). Di lantai Penthousenya, mereka bahkan ingin menciptakan sensasi melayang dan lebih lepas di atas sana. Bahkan, kalau diimajinasikan, mungkin ini kesempatan memperoleh floor and ceilling as open as windows... Wow!
Semua bangunan publik pun paling sering menjadi bahan realisme dari sensasi transparansi ini. Terlebih bila itu dimaksudkan untuk memberikan suasana mencengangkan bagi penghuni di dalamnya. Cuma hendak mengejutkan dengan cara memasukkan ketegangan dari luar ke dalam. Pasti ingat tentang Bandara Internasional Changi, di Singapura. Yang memiliki bidang dinding kaca yang luar biasa luasnya, ingin memperlihatkan kemegahan tubuh pesawat kepada pengunjung di dalam bangunan bandara.

 
Saat membaca tentang kaca dengan bukaan seolah tanpa batas ini, saya teringat akan iklan LG TV yang menawarkan tema TV baru, Borderless. Yepz, Tv yang menawarkan bentuk layar flat dengan seolah tanpa border di tepi layarnya.
 

Tampak kan dari iklan diatas, bahwa borderless punya persamaan dengan ungkapan arsitektur "jendela tipe floor to ceilling"? Borderless, dalam iklan TV LG tersebut menawarkan kemewahan dengan slogan "menghasilkan kualitas gambar yang memukau, visi tak terbatas, hadir di ruang tamu Anda."
Jadi? Bagaimana dengan hunian Anda? Punya pemandangan yang tak ingin Anda sia-siakan? Punya lokasi lantai hunian yang tak biasa? Manfaatkanlah kaidah Borderless ini dalam perancangan hunian Anda. Dengan kesan seakan besarnya jendela yang ekstrim, ini bisa menjadi nilai aksentuasi yang indah bagi hunian Anda.


Tips dan Inspirasi yang saya dapat hari ini :
Letakkan cermin yang memiliki ukuran menarik di dalam hunian, dengan tujuan untuk mendapatkan bayangan dari pemandangan di luar jendela. Ini bisa menjadi solusi untuk lebih memaksimalkan 'kegiatan mencuri' pemandangan ruang luar ke dalam. Bayangkan, jika anda memperoleh refleksi langit dan awan ke dalam hunian Anda, juga jika malam yang penuh bintang bisa terefleksi menjadi berkali lipat, memenuhi suasana di dalam ruangan Anda. 

Gambar disamping juga merupakan manfaat peletakan cermin di dalam hunian Anda yang menghadap ke bukaan borderless ke arah pemandangan indah di luar hunian Anda. Cermin ini memiliki potensi manfaat juga untuk memberi kesan lapang dan luas.
Posted by Wiedesignarch on December, 2009.


8 Nov 2009

Sayembara Rujak [Konsep Ruang Luar]

Sayembara rujak makin dekat tenggat waktunya... Tanggal 20 november bukan waktu yang sebentar lagi untuk produksi sebuah karya yang matang dan terencana seluruh elemennya. Dan pada artikel kali ini, adalah jurnal mengenai perencanaan dan perancangan pada ruang luar. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam pengerjaan sayembara ini, Wiwied dan rekan, Bu Dhiah membagi tugas menjadi dua pekerjaan. Wiwied mengerjakan ruang luar, sementara Bu Dhiah mengerjakan bangunan/massa hunian. Perlu diingatkan bahwa pambagian kerja ini tidak memperlemah kesatuan perancangan, karena sudah dilakukan pengkajian total pada konsep peletakan massa, konsep blok massa, serta konsep gubahan bentuk massa. Dan pada pengkajian itu, semua bentuk interaksi bangunan terhadap lahan perancangan dan ruang luar sudah terdefinisi.

Selanjutnya, dalam mengolah ruang luar diperlukan kejelian dan penghayatan untuk alur sirkulasi yang terjadi di atas lahan. Pembentukan garis-garis imajiner untuk melambangkan akses diperlukan sebagai langkah awal. Baru kemudian, eksplorasi selanjutnya adalah menentukan bagaimana penegasan bentuk ruang sirkulasi yang bertugas memberi kenyamanan pada pengguna untuk mengakses alur-alur tersebut.
Gambar di atas merupakan gambar akhir dari skematis perancangan ruang luar dan elemen ruang luarnya. Disini, elemen ruang luar itu mencakup pola perkerasan, pola penghijauan, pola sirkulasi tangga, pola pembentukan ruang-ruang seperti fungsi parkir sepeda, titik penempatan signage dan lampu taman, serta penentuan elemen estetika lain yang bisa berfungsi untuk menyembunyikan area servis dari pandangan penghuni.

7 Nov 2009

Sayembara Rujak [Blokplan yang Disetujui]

Sketsa Wiwied dan bu Dhiah pada sketsa konsep blokplan yang sebelumnya, rupanya banyak memberikan titik lemah yang dirasa dapat menjadi cela dalam berkreativitas. Konsep Blokplan yang lalu itu, dirasa sangat mempersempit ruang gerak di luar bangunan, sementara di dalam bangunan itu sendiri tidak bisa mendapatkan banyak pilihan dalam memanfaatkan view dari ruang luar tersebut.

Bentuk bangunan yang disusun berderet dengan denah panjang pada episode sebelumnya, sebenarnya memiliki banyak kekuatan dari segi kenyamanan di dalam beraktivitas pada ruang-ruang dalam. Karena memiliki konsep mezanin serta jalur tangga yang nyaman dengan privasi yang sangat tinggi. Namun kelemahannya ada pada keterbatasan memanfaatkan ruang luar dan taman hijau sebagai pemandangan dari dalam hunian.

Akhirnya, satu ide brilian diperoleh berkat keberanian bu Dhiah untuk mementahkan kembali ide lama -padahal waktu sangat minim jika dengan kinerja komunikasi perancang berdua- dan memunculkan kembali alternatif ide baru yang jauh lebih dijagokan.

Adapun Konsep Blokplan yang baru adalah pada gambar :
Pada gambar diatas, bisa terlihat bahwa banyak ruang-ruang luar yang bisa didefinisikan lagi untuk selanjutnya di eksplorasi. Agar tidak terlalu banyak memakan lahan hanya dengan bangunan, maka yang sebelumnya ada empat massa, sekarang dibuat hanya dua massa. Dimana masing-masing massa terdiri dari dua lantai untuk masing-masing keluarga satu lantai. Pembentukan kegiatan sebuah komunitas pun bisa terbentuk disini dengan koordinasi pengawasan dan perawatan komplek hunian. bahkan pada rancangan ini bisa memungkinkan dibentuknya massa terpisah dengan tujuan sebagai ruang bersama yang bisa dimanfaatkan oleh kesemua penghuni ataupun tamu.

Adapun bentuk tipikal ruang yang diajukan pada tiap-tiap bangunannya adalah sbb:
Hm, penasaran dengan istilah-istilah yang digunakan disini? Istilah dan konsep yang ada disini merupakan ide brilian dari Bu Dhiah yang selalu Wiwied kagumi kreativitas dan inovasinya... Simak terus untuk Sayembara Rujak ini, dan Wiwied akan terus berikan perkembangan terbaru Sayembara Rujak. Untuk konsep dan istilah di atas akan dipaparkan pada artikel berikutnya yang menyesuaikan. Untuk saat ini, perancang lebih banyak melakukan eksplorasi dengan jadwal kerja semakin padat.

2 Nov 2009

Sayembara Rujak [sketsa 01]

Sayembara ini menuntut perancang untuk bisa berkreativitas menyediakan lahan hunian yang nyaman untuk empat keluarga dalam satu lahan seluas + 265 m². Lahan ini hendaknya bisa mengakomodasi macam-macam kegiatan keempat keluarga tersebut di dalam rumah dan lahan tersebut.

Perancang adalah Wiwied dan “Bu” Dhiah yang bekerja sebagai tim perancang untuk menjawab tantangan sayembara ini.

Wiwied membuat masukan berupa konsep gubahan massa bangunan empat rumah secara keseluruhan di atas lahan. Konsep gubahan massa yang diusulkan ini adalah dengan mempertimbangkan alternative konsep blokplan yang sudah dikaji sebelumnya.

Gambar di atas merupakan ilustrasi usulan Wiwied untuk membentuk pengembangan dari konsep blokplan sebelunya. Ilustrasi ini cukup untuk menggambarkan letak area parkir bersama, jalan masuk lahan, letak dan posisi bangunan yang menempel di tanah maupun yang menggantung (struktur rumah panggung), akses masuk rumah dari pekarangan, serta lahan hijau untuk resapan air pada lahan.

Gambar di atas merupakan gambar aksonometrik dari satu unit (tipikal) dari hunian satu keluarga. Jika disebut tipikal dikarenakan tipe hunian ini akan dipakai berulang pada tiga unit rumah keluarga lainnya. Pada gambar ini, Wiwied memberikan ilustrasi untuk rencana dinding dan bukaan ruangan, ketinggian masing-masing ruangan, serta pemisahan antar ruang dan akses / jalur sirkulasi penghuninya.

Dalam mengolah bentuk massa bangunan, Wiwied mencoba memperoleh konsep vertical-layer dengan membuat seolah-olah bangunan terlihat seperti barisan buku yang berjejer berdiri diatas meja. Hal ini diperlukan untuk menciptakan bentuk bangunan yang artistik dan unik. Tentunya hal ini, tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan hunian (dengan membuat kolong bangunan panggung) dan iklim (dengan atap miring).


[ hak cipta ilustrasi : Yanuarti Tri Mardyah ]

Gambar di atas merupakan rencana bentuk yang diusulkan oleh Bu Dhiah sebagai bahan diskusi. Gambar dengan varian ini diperlukan untuk mengetahui tingkat mana yang paling solutif namun juga artistik.

Dalam bekerja tim, maka dilakukan diskusi untuk merembuk semua perancangan yang sudah diusulkan. Pada tanggal 27 Oktober 2009, diskusi dilakukan dengan akses chatting internet. Diskusi ini penting untuk menentukan solusi usulan mana yang paling cermat untuk direalisasikan pada perancangan berikutnya.

[Hak cipta penulisan dan ilustrasi oleh Widyarin Kusumaningtyas dan Yanuarti Tri Mardyah ”Bu Dhiah”]

1 Nov 2009

Rumah Sayuran [denah & gubahan bentuk]

Rumah Sayuran, adalah inisial dari perancang untuk pembaca Arsitekgratisonline.blogspot.com agar mudah membaca dan mengingatnya. Mengapa Rumah Sayuran? Karena rumah ini berlokasi di Perumahan Sayuran yang berada di Kartosuro, Jawa Tengah. Rumah ini merupakan permintaan Klien yang hendak membangun rumah dari awal (dengan merubuhkan bangunan lama). Revisi denah sudah dilalui setelah dua kali melakukan diskusi perancangan dengan klien.
Dalam proses perancangan kali ini, perancang mencoba menciptakan denah yang kompak dengan gubahan bentuk bangunan. Ini artinya, perancang tidak hanya mengerjakan denah secara dua dimensi saja, tapi juga sekaligus imajinasi bentuk tiga dimensi. Perancangan secara bersamaan ini diharapkan dapat memberikan solusi perancangan yang nyaman secara luasan ruang namun juga indah dalam bermain bentuk bangunan.

Adapun Penjelasan untuk Konsep Gubahan Massa adalah sebagi berikut :

1. Merupakan perkerasan tanah yang dibuat dengan peninggian lantai. Perkerasan ini disiapkan untuk bangku dan meja taman yang selanjutnya (pada pembangunan tahap pengembangan) akan digunakan untuk gasibu / bale-bale. Gasibu ini sengaja diposisikan di antara lahan Rumah Sayuran dengan lahan belakangnya (adalah rumah kerabat penghuni di sebelah barat Rumah Sayuran). Gasibu ini diposisikan demikian sebagai area silaturahmi untuk penghuni kedua rumah sekaligus (yang adalah saudara kandung).

2. Akses dari taman belakang Rumah Sayuran menuju gasibu ini dirancang dengan menggunakan bidang lantai kaca di atas kolam. Kolam tersebut hanya ditutupi lantai kaca pada area akses menuju gasibu saja. Pertimbangan ini merupakan dramatisasi dari keinginan klien untuk memiliki kolam dengan prinsip “Aquarium”, yang artinya adalah klien ingin agar kolam dibuat seolah berada di atas bidang ground / tanah dengan bidang tepi kolam adalah kaca.

3. Pada area ini, merupakan area yang memerlukan pengolahan fasad/muka bangunan yang lebih dikarenakan bidang ini secara frontal menghadap matahari terbit. Untuk mensiasati besarnya intensitas cahaya dari arah timur, maka perlu agar dibuat sun-shading untuk fungsi balkon pada lantai atas dan kamar pada lantai bawah (merupakan ruang-ruang yang menghadap barat). Sementara pada kamar yang menghadap selatan, lantainya sengaja dibuat menjorok lterna taman terbuka untuk bisa mendapatkan lebih cahaya, ini bisa disiasati dengan memberikan jendela sudut pada pojok ruangan yang menghadap selatan dan (sedikit) barat.

4. Bentuk atap yang tidak penuh alias memiliki banyak sisi yang atasnya menggunakan atap datar / skylight ini bertujuan untuk memaksimalkan cahaya matahari dari luar. Ini diperlukan karena Rumah Sayuran ini memiliki komposisi denah yang padat dan “gemuk”. Sehingga sangat mungkin nantinya ruang-ruang di dalamnya menjadi gelap dan kurang cahaya jika tidak disiasati. Kunci sukses dari rumah yang nyaman, adalah adanya penghawaan dan pencahayaan yang cukup bahkan semaksimal mungkin untuk mengurangi kelembaban dan pemborosan listrik. Bidang transparan seperti kaca yang menerus dua lantai, serta pengadaan Void yang menghadap arah matahari bisa menjadi siasat untuk memaksimalkan cahaya pada rumah “gemuk” ini. Catatan penting : bentuk atap yang memiliki banyak jurai dan dak datar ini harus diimbangi dengan pengolahan ekstra karena bisa menyebabkan kebocoran (atap bocor oleh air hujan). Material waterproofing, peletakan talang beton dan kemiringan dak, pelapisan bantalan anti air pada lekukan atap / jurai, adalah beberapa pengolahan yang dimaksud.

5. Merupakan area tangga yang diharapkan dapat menggunakan struktur ringan seperti komposit ataupun baja. Pemilihan struktur yang se-ringan dan se-transparan mungkin ini diprioritaskan karena merupakan solusi untuk memaksimalkan cahaya pada area tengah rumah. Bisa dilihat bahwa, area tangga yang berada di tengah ini, dapat dimanfaatkan untuk perolehan cahaya yang menerangi ruang-ruang di tiga sisinya (kamar dan ruang keluarga). Tangga merupakan struktur yang menerus dari lantai bawah ke atas ini bisa menjadi keuntungan untuk memasukkan cahaya.

6. Disini merupakan satu-satunya area satu lantai yang dipergunakan sebagai ruang garasi dua mobil seluas + 30 m2. Diatasnya bisa digunakan atap miring (satu kemiringan). Tidak perlu mengkhawatirkan pencahayaan dan pemandangan dari ruang yang tertutup atap garasi didepannya (atap jenis satu kemiringan, biasanya memiliki tinggi seolah satu lantai bangunan) karena sudah diantisipasi dengan cahaya dan pemandangan taman di area tangga (pada poin 5). Bangunan di bawah atap yang setinggi satu lantai tadi, bisa digunakan lotengnya sebagai gudang diatas garasi.

Untuk pekerjaan pembangunan pada tahap pertama, klien saat ini sedang mengerjakan konstruksi untuk area taman belakang (sisi timur) yang memiliki kolam dan perkerasan (selanjutnya gasibu). Maka pada tahap ini, perancang diminta untuk menjelaskan konsep gubahan massa dan konsep fasad/muka bangunan pada area ini. Taman belakang sangat penting pada rumah ini karena merupakan jantung dari pencahayaan dan kenyaman penghuni Rumah Sayuran ini.
Sebagai proses dari pengerjaan ini, perancang mencoba meyajikan dan mengarahkan imajinasi klien tentang Fasad/Muka rumah. Adapun lternative yang disajikan oleh perancang ada dua alternative dengan konsep gubahan yang berbeda. Pengadaan alternative ini penting untuk mengetahui gambaran seperti apa yang lebih mendekati keinginan klien. Karena proses perancangan selanjutnya, akan sangat bergantung dengan hasil gambaran yang diputuskan klien pada proses pemilihan alternative Fasad/Muka Rumah Sayuran ini.
Pembentukan fasad bangunan ini, dibentuk dan dirancang dengan sebisa mungkin berpegangan pada kaidah perancangan yang telah dijabarkan pada poin 1 s/d 6 di atas. Karena kaidah-kaidah diatas merupakan Konsep Gubahan Massa (bangunan) yang sebisa mungkin tetap dijadikan pegangan perancang dalam menjalankan proses-proses perancangan selanjutnya.

Hak cipta penulisan dan ilustrasi oleh Widyarin Kusumaningtyas : Wiedesignarch@gmail.com


My Blogroll