Arsitek Gratis Online

Foto saya
Nikmati Jasa Gratis Perancangan Arsitektur Hunian melalui email arsitekgratisonline@gmail.com dan dapatkan portfolio kerja kami di Arsitekgratisonline.blogspot.com . Kami melayani konsultasi konsep arstitektur, desain interior, rencana anggaran, solusi pembangunan untuk rumah hunian Anda. Silahkan nikmati pelayanan gratis ini sebaik-baiknya. -Salam kreatif-

Letters

Tampilkan postingan dengan label Sayembara Rujak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sayembara Rujak. Tampilkan semua postingan

12 Des 2009

Merancang Lansekap untuk Ruang Luar Hunian




Dalam merancang ruang luar pada komplek hunian, salah satu elemen perancangan yang dapat menciptakan suasana nyaman bagi hunian adalah lansekap atau perancangan taman hijau di dalam komplek hunian.

Massa bangunan terdiri dari 3 blok massa yang mana 2 blok massa adalah massa yang masif karena merupakan fungsi hunian, sementara 1 blok massa di dekat jalan adalah massa yang transparan dan difungsikan sebagai fungsi kegiatan bersama dalam komplek hunian.
 

Pada jalan masuk menuju ke komplek hunian, digunakan perbedaan material untuk memisahkan kesan hardscape pada jalan warga dengan kesan softscape pada akses penghuni komplek hunian tersebut.
 

Parkir sepeda dengan nilai keasriannya tersendiri yang dihadirkan dalam pengolahan material alam dan organik, dapat difungsikan sekaligus sebagai pembatas imajiner antara lingkungan sekitar terhadap komplek hunian.
 

Taman merupakan elemen muka dari komplek hunian yang dapat memberikan kesan oasis dan teduh bagi komplek hunian.
 

Ada banyak cara untuk tetap bisa memanfaatkan taman belakang, meskipun merupakan taman yang sempit, namun keasriannya bisa tetap diciptakan dengan perancangan detail yang cermat.

Ilustrasi dan penulisan oleh : Wiedesignarch 

8 Nov 2009

Sayembara Rujak [Konsep Ruang Luar]

Sayembara rujak makin dekat tenggat waktunya... Tanggal 20 november bukan waktu yang sebentar lagi untuk produksi sebuah karya yang matang dan terencana seluruh elemennya. Dan pada artikel kali ini, adalah jurnal mengenai perencanaan dan perancangan pada ruang luar. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam pengerjaan sayembara ini, Wiwied dan rekan, Bu Dhiah membagi tugas menjadi dua pekerjaan. Wiwied mengerjakan ruang luar, sementara Bu Dhiah mengerjakan bangunan/massa hunian. Perlu diingatkan bahwa pambagian kerja ini tidak memperlemah kesatuan perancangan, karena sudah dilakukan pengkajian total pada konsep peletakan massa, konsep blok massa, serta konsep gubahan bentuk massa. Dan pada pengkajian itu, semua bentuk interaksi bangunan terhadap lahan perancangan dan ruang luar sudah terdefinisi.

Selanjutnya, dalam mengolah ruang luar diperlukan kejelian dan penghayatan untuk alur sirkulasi yang terjadi di atas lahan. Pembentukan garis-garis imajiner untuk melambangkan akses diperlukan sebagai langkah awal. Baru kemudian, eksplorasi selanjutnya adalah menentukan bagaimana penegasan bentuk ruang sirkulasi yang bertugas memberi kenyamanan pada pengguna untuk mengakses alur-alur tersebut.
Gambar di atas merupakan gambar akhir dari skematis perancangan ruang luar dan elemen ruang luarnya. Disini, elemen ruang luar itu mencakup pola perkerasan, pola penghijauan, pola sirkulasi tangga, pola pembentukan ruang-ruang seperti fungsi parkir sepeda, titik penempatan signage dan lampu taman, serta penentuan elemen estetika lain yang bisa berfungsi untuk menyembunyikan area servis dari pandangan penghuni.

7 Nov 2009

Sayembara Rujak [Blokplan yang Disetujui]

Sketsa Wiwied dan bu Dhiah pada sketsa konsep blokplan yang sebelumnya, rupanya banyak memberikan titik lemah yang dirasa dapat menjadi cela dalam berkreativitas. Konsep Blokplan yang lalu itu, dirasa sangat mempersempit ruang gerak di luar bangunan, sementara di dalam bangunan itu sendiri tidak bisa mendapatkan banyak pilihan dalam memanfaatkan view dari ruang luar tersebut.

Bentuk bangunan yang disusun berderet dengan denah panjang pada episode sebelumnya, sebenarnya memiliki banyak kekuatan dari segi kenyamanan di dalam beraktivitas pada ruang-ruang dalam. Karena memiliki konsep mezanin serta jalur tangga yang nyaman dengan privasi yang sangat tinggi. Namun kelemahannya ada pada keterbatasan memanfaatkan ruang luar dan taman hijau sebagai pemandangan dari dalam hunian.

Akhirnya, satu ide brilian diperoleh berkat keberanian bu Dhiah untuk mementahkan kembali ide lama -padahal waktu sangat minim jika dengan kinerja komunikasi perancang berdua- dan memunculkan kembali alternatif ide baru yang jauh lebih dijagokan.

Adapun Konsep Blokplan yang baru adalah pada gambar :
Pada gambar diatas, bisa terlihat bahwa banyak ruang-ruang luar yang bisa didefinisikan lagi untuk selanjutnya di eksplorasi. Agar tidak terlalu banyak memakan lahan hanya dengan bangunan, maka yang sebelumnya ada empat massa, sekarang dibuat hanya dua massa. Dimana masing-masing massa terdiri dari dua lantai untuk masing-masing keluarga satu lantai. Pembentukan kegiatan sebuah komunitas pun bisa terbentuk disini dengan koordinasi pengawasan dan perawatan komplek hunian. bahkan pada rancangan ini bisa memungkinkan dibentuknya massa terpisah dengan tujuan sebagai ruang bersama yang bisa dimanfaatkan oleh kesemua penghuni ataupun tamu.

Adapun bentuk tipikal ruang yang diajukan pada tiap-tiap bangunannya adalah sbb:
Hm, penasaran dengan istilah-istilah yang digunakan disini? Istilah dan konsep yang ada disini merupakan ide brilian dari Bu Dhiah yang selalu Wiwied kagumi kreativitas dan inovasinya... Simak terus untuk Sayembara Rujak ini, dan Wiwied akan terus berikan perkembangan terbaru Sayembara Rujak. Untuk konsep dan istilah di atas akan dipaparkan pada artikel berikutnya yang menyesuaikan. Untuk saat ini, perancang lebih banyak melakukan eksplorasi dengan jadwal kerja semakin padat.

2 Nov 2009

Sayembara Rujak [sketsa 01]

Sayembara ini menuntut perancang untuk bisa berkreativitas menyediakan lahan hunian yang nyaman untuk empat keluarga dalam satu lahan seluas + 265 m². Lahan ini hendaknya bisa mengakomodasi macam-macam kegiatan keempat keluarga tersebut di dalam rumah dan lahan tersebut.

Perancang adalah Wiwied dan “Bu” Dhiah yang bekerja sebagai tim perancang untuk menjawab tantangan sayembara ini.

Wiwied membuat masukan berupa konsep gubahan massa bangunan empat rumah secara keseluruhan di atas lahan. Konsep gubahan massa yang diusulkan ini adalah dengan mempertimbangkan alternative konsep blokplan yang sudah dikaji sebelumnya.

Gambar di atas merupakan ilustrasi usulan Wiwied untuk membentuk pengembangan dari konsep blokplan sebelunya. Ilustrasi ini cukup untuk menggambarkan letak area parkir bersama, jalan masuk lahan, letak dan posisi bangunan yang menempel di tanah maupun yang menggantung (struktur rumah panggung), akses masuk rumah dari pekarangan, serta lahan hijau untuk resapan air pada lahan.

Gambar di atas merupakan gambar aksonometrik dari satu unit (tipikal) dari hunian satu keluarga. Jika disebut tipikal dikarenakan tipe hunian ini akan dipakai berulang pada tiga unit rumah keluarga lainnya. Pada gambar ini, Wiwied memberikan ilustrasi untuk rencana dinding dan bukaan ruangan, ketinggian masing-masing ruangan, serta pemisahan antar ruang dan akses / jalur sirkulasi penghuninya.

Dalam mengolah bentuk massa bangunan, Wiwied mencoba memperoleh konsep vertical-layer dengan membuat seolah-olah bangunan terlihat seperti barisan buku yang berjejer berdiri diatas meja. Hal ini diperlukan untuk menciptakan bentuk bangunan yang artistik dan unik. Tentunya hal ini, tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan hunian (dengan membuat kolong bangunan panggung) dan iklim (dengan atap miring).


[ hak cipta ilustrasi : Yanuarti Tri Mardyah ]

Gambar di atas merupakan rencana bentuk yang diusulkan oleh Bu Dhiah sebagai bahan diskusi. Gambar dengan varian ini diperlukan untuk mengetahui tingkat mana yang paling solutif namun juga artistik.

Dalam bekerja tim, maka dilakukan diskusi untuk merembuk semua perancangan yang sudah diusulkan. Pada tanggal 27 Oktober 2009, diskusi dilakukan dengan akses chatting internet. Diskusi ini penting untuk menentukan solusi usulan mana yang paling cermat untuk direalisasikan pada perancangan berikutnya.

[Hak cipta penulisan dan ilustrasi oleh Widyarin Kusumaningtyas dan Yanuarti Tri Mardyah ”Bu Dhiah”]

30 Okt 2009

Sayembara Rujak [sisipan Zoning]

Pada diskusi dalam menentukan konsep orientasi bangunan (massa), perancang mencoba memutuskan peletakan dan posisi blok massa atau bangunan terhadap lahan perancangan.

Dimulai dengan mengkaji lahan perancangan yang memiliki batas – batas lahan yaitu :

- Utara : Dinding hunian lain

- Selatan : Jalan akses penduduk sekitar (Jl. Rembang)

- Barat : Dinding Hunian Lain di sebelahnya

- Timur : Dinding hunian lain, dan Jalan akses penduduk yang lebih kecil dari Jl. Rembang

Fungsi bangunan dan jalan disekitarnya kemudian dijadian bahan pertimbangan untuk menentukan arah hadap dan pola peruntukan lahan perancangan tersebut. Disinilah perancang membuat Zoning atau pemintakatan untuk area-area di dalam lahan perancangan.

[gambar : zoning perancangan di atas lahan]

Zoning terbagi menjadi 3 area :

  1. Privat : dipilih area yang paling terhindar dari kebisingan jalan dan lingkungan sekitar. Maka dipilih area ini adalah area yang jauh dari jalan umum/penduduk.
  2. Semi Privat : dipilih area yang memiliki kebisingan dan lalulintas kegiatan sedang. Perancang memilih area ini berada di tengah-tengah lahan perancangan.
  3. Publik : dipilih area yang paling dekat dengan kebisingan jalan dan kepadatan lalulintas kegiatan sekitar. Maka yang dipilih adalah area yang paling dekat dengan jalan.

Penentuan zona-zona di atas adalah tahap penting dalam memulai perancangan blok massa / bangunan. Karena dengan mendefinisikan gambar-gambar zoning, kami dapat menentukan fungsi arsitektur apa yang hendak ditempatkan di atas lahan perancangan serta dimana persisnya kami menempatkan setiap fungsi tersebut.

[gambar : Fungsi arsitektur yang ditempatkan pada tiap area zoning]

Dari gambar tersebut, perancang juga mempertimbangkan arah bukaan cahaya yang sebaiknya menghadap utara dan selatan, sehingga tidak secara langsung menghadap matahari terbit / terbenam. Dengan zoning ini pula dapat ditentukan alur kegiatan di atas lahan perancangan. Dari sejak penghuni masuk ke dalam lahan, lalu memanfaatkan ruang bersama seperti parkir, kemudian menuju teras rumah mereka, dilanjutkan dengan kegiatan di dalam rumah, yang ditunjang dengan area servis, hingga akhirnya mereka pergi keluar rumah menuju jalan penduduk di depan gerbang.

Ya, proses Zoning yang baru dibahas di atas sangat memudahkan perancang menuju proses selanjutnya yaitu : pembentukan gubahan bentuk massa/bangunan itu sendiri dan konsep lansekap / ruang luar. Proses ini akan di lanjutkan pada posting berikutnya.

28 Okt 2009

Sayembara Rujak [s/d Konsep Blok Plan]

Wiwied akan berbagi perjalanan perancangan untuk Sayembara Rujak yang sudah dimulai dan diperkenalkan pada posting sebelumnya. Sebagaimana terlihat di TOR (Term of Reference) atau soal kerja untuk sayembara ini, kami berdua diminta untuk menyediakan fasilitas hunian untuk empat keluarga di pada lahan yang disediakan. Lahan itu memiliki kondisi sekitar dan existing yang mempengaruhi bentuk rancangan.

Dari kondisi yang tergambar dan potret yang ditampilkan dalam soal sayembara, maka kami berdua mencoba menganalisa secara umum kondisi lingkungan dan lahan perancangan itu sendiri. Kami melakukan analisa seperti arah mata angin, arah matahari, akses dari luar tapak atau dari jalan ke dalam tapak yang hendak dibangun.
Diskusi kali ini dimulai dengan menentukan konsep orientasi bangunan. Dimana bangunan itu merupakan bentuk yang tercipta dikarenakan oleh batas-batas lahan dan juga potensi kondisi sekitar seperti view, serta akses keluar-masuk lahan.
Dalam memutuskan konsep orientasi bangunan ini, kami melakukan proses yang disebut ZONING AREA (pengelompokan area fungsi dan kegiatan di atas lahan perancangan).

Sebagai usulan dari Bu Dhiah, kami mendapatkan dua alternatif blok massa. Yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
Selanjutnya dalam diskusi ini, Wiwied dan Bu Dhiah berusaha memutuskan konsep perancangan yang bisa dijadikan pegangan dalam perancangan gubahan massa bangunan dan landscaping. Adapun konsep yang akan dikembangkan selanjutnya adalah :
  1. Expandable House : dimungkinkannya ruang-ruang tambahan yang fleksibel dalam pemanfaatannya. Bisa dijadikan sebagai ruang pasif dan ruang aktif sekaligus, sesuai dengan kebutuhan aktivitasnya.
  2. Urban Oase : adalah trend konsep yang tetap memegang kelestarian dan keharmonisan ekosistem hunian.
  3. Bike to work walk to school : dimana kehidupan yang diimajinasikan di Jakarta masa depan adalah yang berbudaya efisiensi energi dan ruang.
Gambar-gambar yang ditampilkan di atas adalah masih mentah dan merupakan bagian dari proses yang masih berjalan. Hm, saat diskusi pertama, yang dijabarkan di atas adalah semua proses perancangan dari Wiwied dan Bu Dhiah. Diskusi dilakukan dengan Yahoo Messenger dengan pengiriman file gambar dan bantuan Doodle Crayon. Saat itu, Wiwied masih di kantor Kebun Jeruk, sementara Bu Dhiah berada di kediamannya di Bandung. Senang juga, diskusi berjalan dengan perolehan konsep blok massa. Selanjutnya, kami berdua diminta menyelesaikan gubahan massa dan ruang untuk diskusi berikutnya yang berjarak seminggu.

Sayembara Rujak [dimulai]

Kali ini, Wiwied [author] ikutan sayembara yang diadain sama komunitas Rujak... Konon katanya, komunitas Rujak ini adalah komunitas yang mengaku "diri mereka" sebagai komunitas yang perduli akan ibukota Jakarta yang makin sumpek ini... Moto mereka : "for a better jakarta, you are invited". Motto yang amat mengundang untuk kita yang mau gabung buat perduli dengan kota kita, Jakarta.

Sayembara ini memang tanpa hadiah, tapi seru juga kalo karya kita bisa masuk ke dalam buku digital mereka sekaligus portfolio Wiwied. Dan, Wiwied kepengen banget berbagi pengalaman tentang keikutsertaan di sayembara ini untuk pembaca blog Arsitekgratisonline.

Sayembara dan komunitas ini bukan semata hasil browsing Wiwied. Yanuarti Tri Mardyah, adalah seorang rekan masa kuliah Wiwied, dan beliau-lah yang memperkenalkan dan mengajak Wiwied untuk ikut sayembara ini. Makanya, untuk Ibu Diah : Trimakasih yaaaa,,,, bener-bener seneng bisa mengulang masa tim kita lagi.

Hm,,,, bakal seru pasti perjalanan desain dan pematangannya. Setelah ini, kunjungi terus dan ikuti perjalanan Wiwied dan Bu Diah berdua di Sayembara Tanpa Hadiah by Rujak.

Picture by : http://www.teamgel.co.za/images/teamgel_images/cartoon_big.jpg

My Blogroll