Nikmati Jasa Gratis Perancangan Arsitektur Hunian melalui email arsitekgratisonline@gmail.com dan dapatkan portfolio kerja kami di Arsitekgratisonline.blogspot.com . Kami melayani konsultasi konsep arstitektur, desain interior, rencana anggaran, solusi pembangunan untuk rumah hunian Anda.
Silahkan nikmati pelayanan gratis ini sebaik-baiknya.
-Salam kreatif-
Sayembara rujak makin dekat tenggat waktunya... Tanggal 20 november bukan waktu yang sebentar lagi untuk produksi sebuah karya yang matang dan terencana seluruh elemennya. Dan pada artikel kali ini, adalah jurnal mengenai perencanaan dan perancangan pada ruang luar. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam pengerjaan sayembara ini, Wiwied dan rekan, Bu Dhiah membagi tugas menjadi dua pekerjaan. Wiwied mengerjakan ruang luar, sementara Bu Dhiah mengerjakan bangunan/massa hunian. Perlu diingatkan bahwa pambagian kerja ini tidak memperlemah kesatuan perancangan, karena sudah dilakukan pengkajian total pada konsep peletakan massa, konsep blok massa, serta konsep gubahan bentuk massa. Dan pada pengkajian itu, semua bentuk interaksi bangunan terhadap lahan perancangan dan ruang luar sudah terdefinisi.
Selanjutnya, dalam mengolah ruang luar diperlukan kejelian dan penghayatan untuk alur sirkulasi yang terjadi di atas lahan. Pembentukan garis-garis imajiner untuk melambangkan akses diperlukan sebagai langkah awal. Baru kemudian, eksplorasi selanjutnya adalah menentukan bagaimana penegasan bentuk ruang sirkulasi yang bertugas memberi kenyamanan pada pengguna untuk mengakses alur-alur tersebut.
Gambar di atas merupakan gambar akhir dari skematis perancangan ruang luar dan elemen ruang luarnya. Disini, elemen ruang luar itu mencakup pola perkerasan, pola penghijauan, pola sirkulasi tangga, pola pembentukan ruang-ruang seperti fungsi parkir sepeda, titik penempatan signage dan lampu taman, serta penentuan elemen estetika lain yang bisa berfungsi untuk menyembunyikan area servis dari pandangan penghuni.
Sketsa Wiwied dan bu Dhiah pada sketsa konsep blokplan yang sebelumnya, rupanya banyak memberikan titik lemah yang dirasa dapat menjadi cela dalam berkreativitas. Konsep Blokplan yang lalu itu, dirasa sangat mempersempit ruang gerak di luar bangunan, sementara di dalam bangunan itu sendiri tidak bisa mendapatkan banyak pilihan dalam memanfaatkan view dari ruang luar tersebut.
Bentuk bangunan yang disusun berderet dengan denah panjang pada episode sebelumnya, sebenarnya memiliki banyak kekuatan dari segi kenyamanan di dalam beraktivitas pada ruang-ruang dalam. Karena memiliki konsep mezanin serta jalur tangga yang nyaman dengan privasi yang sangat tinggi. Namun kelemahannya ada pada keterbatasan memanfaatkan ruang luar dan taman hijau sebagai pemandangan dari dalam hunian.
Akhirnya, satu ide brilian diperoleh berkat keberanian bu Dhiah untuk mementahkan kembali ide lama -padahal waktu sangat minim jika dengan kinerja komunikasi perancang berdua- dan memunculkan kembali alternatif ide baru yang jauh lebih dijagokan.
Adapun Konsep Blokplan yang baru adalah pada gambar : Pada gambar diatas, bisa terlihat bahwa banyak ruang-ruang luar yang bisa didefinisikan lagi untuk selanjutnya di eksplorasi. Agar tidak terlalu banyak memakan lahan hanya dengan bangunan, maka yang sebelumnya ada empat massa, sekarang dibuat hanya dua massa. Dimana masing-masing massa terdiri dari dua lantai untuk masing-masing keluarga satu lantai. Pembentukan kegiatan sebuah komunitas pun bisa terbentuk disini dengan koordinasi pengawasan dan perawatan komplek hunian. bahkan pada rancangan ini bisa memungkinkan dibentuknya massa terpisah dengan tujuan sebagai ruang bersama yang bisa dimanfaatkan oleh kesemua penghuni ataupun tamu.
Adapun bentuk tipikal ruang yang diajukan pada tiap-tiap bangunannya adalah sbb: Hm, penasaran dengan istilah-istilah yang digunakan disini? Istilah dan konsep yang ada disini merupakan ide brilian dari Bu Dhiah yang selalu Wiwied kagumi kreativitas dan inovasinya... Simak terus untuk Sayembara Rujak ini, dan Wiwied akan terus berikan perkembangan terbaru Sayembara Rujak. Untuk konsep dan istilah di atas akan dipaparkan pada artikel berikutnya yang menyesuaikan. Untuk saat ini, perancang lebih banyak melakukan eksplorasi dengan jadwal kerja semakin padat.
Sayembara ini menuntut perancang untuk bisa berkreativitas menyediakan lahan hunian yang nyaman untuk empat keluarga dalam satu lahan seluas + 265 m². Lahan ini hendaknya bisa mengakomodasi macam-macam kegiatan keempat keluarga tersebut di dalam rumah dan lahan tersebut.
Perancang adalah Wiwied dan “Bu” Dhiah yang bekerja sebagai tim perancang untuk menjawab tantangan sayembara ini.
Wiwied membuat masukan berupa konsep gubahan massa bangunan empat rumah secara keseluruhan di atas lahan. Konsep gubahan massa yang diusulkan ini adalah dengan mempertimbangkan alternative konsep blokplan yang sudah dikaji sebelumnya.
Gambar di atas merupakan ilustrasi usulan Wiwied untuk membentuk pengembangan dari konsep blokplan sebelunya. Ilustrasi ini cukup untuk menggambarkan letak area parkir bersama, jalan masuk lahan, letak dan posisi bangunan yang menempel di tanah maupun yang menggantung (struktur rumah panggung), akses masuk rumah dari pekarangan, serta lahan hijau untuk resapan air pada lahan.
Gambar di atas merupakan gambar aksonometrik dari satu unit (tipikal) dari hunian satu keluarga. Jika disebut tipikal dikarenakan tipe hunian ini akan dipakai berulang pada tiga unit rumah keluarga lainnya. Pada gambar ini, Wiwied memberikan ilustrasi untuk rencana dinding dan bukaan ruangan, ketinggian masing-masing ruangan, serta pemisahan antar ruang dan akses / jalur sirkulasi penghuninya.
Dalam mengolah bentuk massa bangunan, Wiwied mencoba memperoleh konsep vertical-layer dengan membuat seolah-olah bangunan terlihat seperti barisan buku yang berjejer berdiri diatas meja. Hal ini diperlukan untuk menciptakan bentuk bangunan yang artistik dan unik. Tentunya hal ini, tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan hunian (dengan membuat kolong bangunan panggung) dan iklim (dengan atap miring).
Gambar di atas merupakan rencana bentuk yang diusulkan oleh Bu Dhiah sebagai bahan diskusi. Gambar dengan varian ini diperlukan untuk mengetahui tingkat mana yang paling solutif namun juga artistik.
Dalam bekerja tim, maka dilakukan diskusi untuk merembuk semua perancangan yang sudah diusulkan. Pada tanggal 27 Oktober 2009, diskusi dilakukan dengan akses chatting internet. Diskusi ini penting untuk menentukan solusi usulan mana yang paling cermat untuk direalisasikan pada perancangan berikutnya.
Rumah Sayuran, adalah inisial dari perancang untuk pembaca Arsitekgratisonline.blogspot.com agar mudah membaca dan mengingatnya. Mengapa Rumah Sayuran? Karena rumah ini berlokasi di Perumahan Sayuran yang berada di Kartosuro, Jawa Tengah. Rumah ini merupakan permintaan Klien yang hendak membangun rumah dari awal (dengan merubuhkan bangunan lama). Revisi denah sudah dilalui setelah dua kali melakukan diskusi perancangan dengan klien.
Dalam proses perancangan kali ini, perancang mencoba menciptakan denah yang kompak dengan gubahan bentuk bangunan. Ini artinya, perancang tidak hanya mengerjakan denah secara dua dimensi saja, tapi juga sekaligus imajinasi bentuk tiga dimensi. Perancangan secara bersamaan ini diharapkan dapat memberikan solusi perancangan yang nyaman secara luasan ruang namun juga indah dalam bermain bentuk bangunan.
Adapun Penjelasan untuk Konsep Gubahan Massa adalah sebagi berikut :
1.Merupakan perkerasan tanah yang dibuat dengan peninggian lantai. Perkerasan ini disiapkan untuk bangku dan meja taman yang selanjutnya (pada pembangunan tahap pengembangan) akan digunakan untuk gasibu / bale-bale. Gasibu ini sengaja diposisikan di antara lahan Rumah Sayuran dengan lahan belakangnya (adalah rumah kerabat penghuni di sebelah barat Rumah Sayuran). Gasibu ini diposisikan demikian sebagai area silaturahmi untuk penghuni kedua rumah sekaligus (yang adalah saudara kandung).
2.Akses dari taman belakang Rumah Sayuran menuju gasibu ini dirancang dengan menggunakan bidang lantai kaca di atas kolam. Kolam tersebut hanya ditutupi lantai kaca pada area akses menuju gasibu saja. Pertimbangan ini merupakan dramatisasi dari keinginan klien untuk memiliki kolam dengan prinsip “Aquarium”, yang artinya adalah klien ingin agar kolam dibuat seolah berada di atas bidang ground / tanah dengan bidang tepi kolam adalah kaca.
3.Pada area ini, merupakan area yang memerlukan pengolahan fasad/muka bangunan yang lebih dikarenakan bidang ini secara frontal menghadap matahari terbit. Untuk mensiasati besarnya intensitas cahaya dari arah timur, maka perlu agar dibuat sun-shading untuk fungsi balkon pada lantai atas dan kamar pada lantai bawah (merupakan ruang-ruang yang menghadap barat). Sementara pada kamar yang menghadap selatan, lantainya sengaja dibuat menjorok lterna taman terbuka untuk bisa mendapatkan lebih cahaya, ini bisa disiasati dengan memberikan jendela sudut pada pojok ruangan yang menghadap selatan dan (sedikit) barat.
4.Bentuk atap yang tidak penuh alias memiliki banyak sisi yang atasnya menggunakan atap datar / skylight ini bertujuan untuk memaksimalkan cahaya matahari dari luar. Ini diperlukan karena Rumah Sayuran ini memiliki komposisi denah yang padat dan “gemuk”. Sehingga sangat mungkin nantinya ruang-ruang di dalamnya menjadi gelap dan kurang cahaya jika tidak disiasati. Kunci sukses dari rumah yang nyaman, adalah adanya penghawaan dan pencahayaan yang cukup bahkan semaksimal mungkin untuk mengurangi kelembaban dan pemborosan listrik. Bidang transparan seperti kaca yang menerus dua lantai, serta pengadaan Void yang menghadap arah matahari bisa menjadi siasat untuk memaksimalkan cahaya pada rumah “gemuk” ini. Catatan penting : bentuk atap yang memiliki banyak jurai dan dak datar ini harus diimbangi dengan pengolahan ekstra karena bisa menyebabkan kebocoran (atap bocor oleh air hujan). Material waterproofing, peletakan talang beton dan kemiringan dak, pelapisan bantalan anti air pada lekukan atap / jurai, adalah beberapa pengolahan yang dimaksud.
5.Merupakan area tangga yang diharapkan dapat menggunakan struktur ringan seperti komposit ataupun baja. Pemilihan struktur yang se-ringan dan se-transparan mungkin ini diprioritaskan karena merupakan solusi untuk memaksimalkan cahaya pada area tengah rumah. Bisa dilihat bahwa, area tangga yang berada di tengah ini, dapat dimanfaatkan untuk perolehan cahaya yang menerangi ruang-ruang di tiga sisinya (kamar dan ruang keluarga). Tangga merupakan struktur yang menerus dari lantai bawah ke atas ini bisa menjadi keuntungan untuk memasukkan cahaya.
6. Disini merupakan satu-satunya area satu lantai yang dipergunakan sebagai ruang garasi dua mobil seluas + 30 m2. Diatasnya bisa digunakan atap miring (satu kemiringan). Tidak perlu mengkhawatirkan pencahayaan dan pemandangan dari ruang yang tertutup atap garasi didepannya (atap jenis satu kemiringan, biasanya memiliki tinggi seolah satu lantai bangunan) karena sudah diantisipasi dengan cahaya dan pemandangan taman di area tangga (pada poin 5). Bangunan di bawah atap yang setinggi satu lantai tadi, bisa digunakan lotengnya sebagai gudang diatas garasi.
Untuk pekerjaan pembangunan pada tahap pertama, klien saat ini sedang mengerjakan konstruksi untuk area taman belakang (sisi timur) yang memiliki kolam dan perkerasan (selanjutnya gasibu). Maka pada tahap ini, perancang diminta untuk menjelaskan konsep gubahan massa dan konsep fasad/muka bangunan pada area ini. Taman belakang sangat penting pada rumah ini karena merupakan jantung dari pencahayaan dan kenyaman penghuni Rumah Sayuran ini. Sebagai proses dari pengerjaan ini, perancang mencoba meyajikan dan mengarahkan imajinasi klien tentang Fasad/Muka rumah. Adapun lternative yang disajikan oleh perancang ada dua alternative dengan konsep gubahan yang berbeda. Pengadaan alternative ini penting untuk mengetahui gambaran seperti apa yang lebih mendekati keinginan klien. Karena proses perancangan selanjutnya, akan sangat bergantung dengan hasil gambaran yang diputuskan klien pada proses pemilihan alternative Fasad/Muka Rumah Sayuran ini. Pembentukan fasad bangunan ini, dibentuk dan dirancang dengan sebisa mungkin berpegangan pada kaidah perancangan yang telah dijabarkan pada poin 1 s/d 6 di atas. Karena kaidah-kaidah diatas merupakan Konsep Gubahan Massa (bangunan) yang sebisa mungkin tetap dijadikan pegangan perancang dalam menjalankan proses-proses perancangan selanjutnya.
What Can an SEO Company Do for Your Business?
-
Online visibility is crucial for business growth in the digital age, and
SEO plays an essential role in increasing that visibility. So, many people
ask w...
Desain Rumah Aneh Di Seluruh Dunia
-
Desain Rumah Aneh Di Seluruh Dunia – Untuk menjawab pertanyaan Anda di
sini, kami telah mencoba membahas beberapa desain rumah aneh yang sering
difoto dan ...
Happy Kiddies
-
Happy Kiddies is a cute Blogger template for mommies who want to start a
new blog. This blog design can be perfect for those who love to share
anything abo...
Terbaring oleh Manusia
-
---
Aku terbaring dan tidak berani bersuara
Hanya menahan sakit karena rantai yang membelengguku
Terkadang, aku melihat tetesan darah segar menetes
Sela-se...
Unforgettable travel experience in Bali Island
-
After a long absence from this blog, I wrote back here about my travel
journal and family to Bali. This was an unforgettable trip. I followed the
family to...
Portelet House - BAS MooArc
-
Guernsey Beach Villa - The Portlet House is one of many fantastic works on
Guernsey by BAS MooArc - Minimalist style creating a welcoming beach
retreat....
Different Types of Interior Designers
-
Interior Designers rarely work in every field. It is common for them to
pick areas to specialize in. By choosing a specialty, you can further
enhance your...
Menopause Symptoms and Memory Loss
-
While you may experience the misery of hot flashes and mood swings as you
enter menopause, one thing you can't blame on the "change" is memory loss.
In the...
Merancang Lansekap untuk Ruang Luar Hunian
-
Dalam merancang ruang luar pada komplek hunian, salah satu elemen
perancangan yang dapat menciptakan suasana nyaman bagi hunian adalah
lansekap atau pe...
Senangnya..
-
Hari ini pekerjaan pembuatan rangka kayu sudah bisa dimulai.
Horee..senangnya :)
Pekerjaan mayor bata diperkirakan selesai hari ini, yaitu pembuatan dindin...
Am I Creative?
-
Creativity is a subtle, but important quality to have when considering
interior design as a profession. Much of your advancement will depend on
your abili...
-
*Company Profiles*
Karpet Indonesia adalah sekumpulan professional muda yang benar-benar
terampil dalam mengelola pembuatan permadani, berdiri sejak 1995 d...